Joosnews.com – Banyuwangi, Sebuah kisah lama kembali mencuri perhatian publik. Di bawah kompleks Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0825/Banyuwangi, tersimpan terowongan tua yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri. Warga sekitar menyebutnya sebagai “Terowongan Bawa Tanah”, peninggalan masa penjajahan kolonial Belanda yang diyakini menjadi jalur rahasia penghubung menuju kawasan Inggrisan, Banyuwangi.
Keberadaan terowongan ini sudah lama menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan prajurit lama Kodim Banyuwangi. Dikatakan, lorong tersebut berada beberapa meter di bawah permukaan tanah dan membentang cukup jauh dari area markas menuju arah barat laut—tepatnya ke kawasan Inggrisan, yang pada masa kolonial dikenal sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perdagangan bangsa asing, terutama Belanda dan Inggris.
Menurut catatan sejarah lokal, kawasan Makodim 0825 Banyuwangi dahulu merupakan bagian dari kompleks pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Banyak bangunan tua di sekitarnya, termasuk rumah-rumah bergaya arsitektur Eropa, yang menunjukkan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat kekuatan militer dan administrasi kolonial di ujung timur Jawa.
“Dari cerita para sesepuh dan veteran, terowongan itu dulu digunakan sebagai jalur logistik dan jalur penyelamatan bagi tentara Belanda,” ungkap Heri Santoso, pemerhati sejarah Banyuwangi. “Jalur itu konon tembus ke Inggrisan, bahkan ada yang mengatakan sampai ke tepi pelabuhan lama,” tambahnya.
Namun hingga kini, belum ada penelitian arkeologis resmi yang membuktikan panjang dan fungsi pasti dari terowongan tersebut. Pintu masuk utamanya disebut sudah tertutup oleh tanah dan bangunan baru di lingkungan markas.
Selain kisah sejarahnya, nuansa mistis juga menyelimuti keberadaan terowongan tersebut. Beberapa anggota yang pernah bertugas malam di sekitar area bawah tanah mengaku kerap mendengar suara langkah kaki dan dentingan besi dari arah tak terlihat.
“Kalau malam tertentu, terutama menjelang dini hari, suasananya terasa berbeda. Kadang seperti ada yang berjalan di bawah,” tutur seorang anggota Kodim yang enggan disebut namanya.
Meski begitu, pihak Kodim 0825 Banyuwangi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keberadaan jalur bawah tanah ini. Beberapa upaya penelusuran internal pernah dilakukan, namun akses ke dalam lorong dinilai berisiko karena kondisi tanah yang rapuh dan minim oksigen.
Terowongan Bawa Tanah ini bukan sekadar misteri, tetapi jejak nyata sejarah kolonial dan perjuangan bangsa. Jika dilakukan penelitian lebih lanjut, situs ini berpotensi menjadi objek wisata sejarah dan edukasi, sekaligus memperkaya khazanah warisan budaya Banyuwangi.
“Apapun kisah di baliknya, terowongan ini adalah bagian dari perjalanan Banyuwangi. Ia menjadi saksi bisu masa penjajahan, perjuangan, dan transisi menuju kemerdekaan,” kata Cak Arif Wicaksono, pegiat sejarah lokal.
Sampai kini, rahasia terowongan bawah tanah di Makodim Banyuwangi tetap menjadi teka-teki yang belum terungkap sepenuhnya. Apakah benar menjadi jalur rahasia kolonial Belanda yang menuju Inggrisan? Atau menyimpan fungsi lain yang belum diketahui?
Waktu dan penelitian lebih dalamlah yang akan menjawab misteri di bawah tanah Banyuwangi ini
