Joos NewsJoos News
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Font ResizerAa
Joos NewsJoos News
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Cari
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Follow US
Joos News > Wisata > Tari Seblang: Ritual Mistis yang Jadi Simbol Kearifan Lokal Banyuwangi
Wisata

Tari Seblang: Ritual Mistis yang Jadi Simbol Kearifan Lokal Banyuwangi

Redaksi 12 November 2025
Share
3 Min Read
SHARE

Joosnews.com – Banyuwangi, Di tengah derasnya arus modernisasi, Tari Seblang tetap menjadi napas spiritual dan kebanggaan budaya masyarakat Banyuwangi. Tari sakral yang hanya bisa ditarikan oleh perempuan terpilih ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga ritual adat mistis yang sarat makna dan simbolisasi kearifan lokal masyarakat Using di ujung timur Pulau Jawa.

Ritual Seblang diyakini sebagai upacara tolak bala dan permohonan keselamatan desa. Tarian ini menjadi bagian dari warisan tak benda yang diwariskan turun-temurun di dua desa utama: Olehsari dan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam pelaksanaannya, Tari Seblang menghadirkan suasana mistis yang kuat. Sang penari — biasanya seorang gadis atau wanita paruh baya — akan menari dalam keadaan kesurupan (trance), dipercaya dirasuki oleh roh leluhur yang disebut “lelinggihan”. Iringan gamelan khas Banyuwangi berpadu dengan mantra dan tembang kuno menambah kekhidmatan suasana, menghadirkan sensasi spiritual yang membuat bulu kuduk meremang.

Prosesi Tari Seblang tidak hanya menonjolkan gerak dan musik, tetapi juga makna spiritual yang mendalam. Sebelum tarian dimulai, sesajen dan bunga-bungaan dipersembahkan untuk para leluhur.

Para tetua adat akan memimpin doa agar desa dijauhkan dari marabahaya, penyakit, dan kesialan.

Baca Juga

Liburan Keluarga Tak Harus Mahal: New Wisata Wendit Hadirkan Tiket Masuk Rp20.000 dan Terusan Rp100.000

Selama menari, penari Seblang akan berputar-putar dengan gerakan lemah gemulai, mengikuti irama gamelan “gending Seblang Lukinto”. Gerakannya dipercaya sebagai media penghubung antara dunia manusia dan dunia roh, sebagai simbol harmoni antara alam nyata dan alam gaib.

“Seblang bukan sekadar tarian, tapi doa yang bergerak. Ia adalah cara masyarakat Using menjaga keseimbangan antara yang tampak dan tak tampak,” ujar Budayawan Banyuwangi, Cak Sunarto, saat ditemui di sela-sela ritual Seblang di Desa Olehsari.

Meski berakar kuat pada nilai mistis, Tari Seblang kini juga menjadi ikon budaya Banyuwangi yang terus dilestarikan pemerintah daerah melalui festival budaya dan agenda tahunan Banyuwangi Ethno Carnival.

Namun, pelaksanaan Seblang sakral tetap dijaga agar tidak kehilangan ruh aslinya.

“Kami berupaya menjaga esensi ritualnya. Seblang bukan tontonan biasa, tapi bagian dari tradisi spiritual masyarakat Using yang harus dihormati,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, dalam kesempatan terpisah.

Pelestarian Tari Seblang menjadi bukti nyata bahwa mistisisme dan kearifan lokal dapat berjalan seiring dengan kemajuan zaman. Di balik aroma dupa dan alunan gending, tersimpan pesan harmoni: agar manusia tak pernah lupa pada leluhur, alam, dan Sang Pencipta.

TAGGED:budaya Banyuwangibudaya Jawa TimurKearifan Lokalritual mistis BanyuwangiSeblang BakunganSeblang Olehsaritari sakral BanyuwangiTari Seblangtradisi Usingwarisan leluhur
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Baca Juga

Budaya

“Lewat Festival Janger Remaja, UNIBA Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Blambangan”

16 November 2025
Wisata

Semarak HUT Kabupaten Malang ke-1265, Wendit Fun Run 2025 Siap Guncang Akhir Pekan!

11 Oktober 2025
Wisata

Kawah Ijen: Keajaiban Alam dengan Api Biru yang Memukau

29 September 2024
BudayaKulinerWisata

Menyusuri Pesona Banyuwangi: Sebuah Perjalanan Menuju Keindahan Alam dan Budaya

19 Juli 2024
Joos NewsJoos News
Follow US
©2024 JoosNews.com - All right reserved.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?