Joosnews.com – Tiga penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi berhasil lolos dalam seleksi Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024, membanggakan Kabupaten Banyuwangi dengan pencapaian ini.
Ketiga perwakilan yang lolos, yakni Moch. Nurandi Jopa dari KUA Glagah, Iskandar dari KUA Srono, dan Abdur Rohman Wahid dari KUA Giri, diundang untuk mengikuti bimbingan teknis SPARK tahun 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas penghulu dan penyuluh agama Islam dalam menangani dan menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan pemahaman keagamaan.
Acara bimbingan teknis ini diselenggarakan oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, berlangsung di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya pada 22-26 Juli 2024.
Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, menegaskan bahwa SPARK 2024 bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh agama Islam agar lebih siap dan profesional dalam menghadapi tantangan di masyarakat.
“Nantinya, mereka dapat lebih siap dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan saat terjun dan menunaikan tugas di masyarakat,” ujar Chaironi pada Rabu, 24 Juli 2024.
Chaironi berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi penyuluh lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi mereka.
“Selain itu, kedepannya dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.
