Joos NewsJoos News
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Font ResizerAa
Joos NewsJoos News
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Cari
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Follow US
Joos News > Nasional > Ir. Sumantri Soedomo Dorong GM FKPPI Banyuwangi Ambil Peran Strategis Program Ketahanan Pangan Nasional
Nasional

Ir. Sumantri Soedomo Dorong GM FKPPI Banyuwangi Ambil Peran Strategis Program Ketahanan Pangan Nasional

Redaksi 8 April 2025
Share
4 Min Read
SHARE

Joosnews.com – Banyuwangi, Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pertanian nasional dan eksistensi organisasi, Dewan Penasehat GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, Ir. Sumantri Soedomo, MP., mendorong seluruh jajaran anggota GM FKPPI untuk turun langsung ke lapangan dan berkontribusi dalam Program Ketahanan Pangan Nasional.

Program ini menjadi salah satu prioritas utama Presiden RI, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, dalam menghadapi tantangan global terkait krisis pangan. Sumantri menilai, GM FKPPI sebagai organisasi anak kolong yang lahir dari semangat bela negara, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam agenda besar ini.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal pertanian, tapi soal kedaulatan bangsa. Ini adalah panggilan strategis yang tak boleh kita abaikan,” ujar Sumantri, saat ditemui di sela-sela panen padi yang berlokasi di Dusun Balerejo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, pada Senin (07/04/2025) siang.

Sumantri menegaskan, bahwa keterlibatan GM FKPPI dalam program ini bukan sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan.

“Kalau kita ingin GM FKPPI dikenal dan dihargai, kita harus menunjukkan kontribusi konkret. Bukan hanya hadir di acara seremonial, tapi benar-benar ikut memajukan sektor pertanian di daerah,” tegasnya.

Baca Juga

Internet Rakyat Siap Penuhi Kebutuhan Akses Cepat 

Menurutnya, keaktifan anggota GM FKPPI dalam pendampingan petani dan penyebaran metode tanam modern akan secara langsung memperkuat citra positif organisasi, baik di mata masyarakat maupun pemerintah.

Berbicara soal solusi, Sumantri mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan serangkaian eksperimen langsung di lapangan dengan metode tanam inovatif. Hasilnya, produksi padi bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hektar, meningkat signifikan dari rata-rata nasional yang hanya berkisar 6 hingga 7 ton.

Dengan biaya produksi Rp12 juta per hektar, dan asumsi harga jual gabah Rp6.000/kg, potensi pendapatan bisa mencapai Rp54 juta. Setelah dikurangi seluruh biaya termasuk sewa lahan sekitar Rp20 juta, petani masih memperoleh laba bersih sekitar Rp30 juta.

“Keuntungan lebih dari 100 persen. Bandingkan dengan kondisi sekarang, 7 ton saja petani sudah bersyukur. Maka kalau bisa 9 ton, itu sebuah lompatan besar,” terang Sumantri penuh semangat.

Meski hasil risetnya menjanjikan, Sumantri tidak menutup mata terhadap berbagai kelemahan struktural dalam sistem pertanian saat ini. Ia menyebut lemahnya pendataan lahan dan hasil panen, serta kurangnya pendampingan lapangan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) sebagai penghambat utama peningkatan produktivitas petani.

“Banyak petani tidak tahu luas lahannya sendiri, apalagi potensi produksinya. PPL pun kadang hanya hadir secara administratif, bukan sebagai mentor di lapangan,” kritiknya.

Ia menekankan, pentingnya sistem pemetaan data yang akurat dan berbasis wilayah, sehingga setiap kelompok tani bisa menyusun strategi yang sesuai dengan potensi lokal.

Menutup pernyataannya, Sumantri mengajak seluruh kader GM FKPPI untuk mengambil bagian dalam solusi. Ia menegaskan bahwa kontribusi organisasi tidak harus dalam bentuk fisik menjadi petani, tetapi cukup dengan menjadi jembatan pengetahuan dan motivator perubahan.

“Teman-teman GM FKPPI bisa bantu para petani memahami teknologi, membantu mereka merancang rencana tanam, atau bahkan hanya menjadi penghubung dengan pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini adalah momentum strategis karena isu ketahanan pangan sedang berada di pusat perhatian nasional.

“Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Ini kesempatan besar bagi GM FKPPI untuk membuktikan bahwa kita tidak hanya loyal pada sejarah, tapi juga peduli pada masa depan,” pungkasnya.

Bagi Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi, inisiatif ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ketahanan pangan berbasis gotong royong dan kepedulian antaranggota masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk memberi solusi, organisasi GM FKPPI siap menjawab tantangan zaman. (*)

TAGGED:GM FKPPIKetahananPangan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Baca Juga

Nasional

Pangdam V/Brawijaya Tutup TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan

11 Maret 2026
Nasional

Dari Jalan Tanah Berbatu Jadi Paving Idaman: TMMD Kodim 0819/Pasuruan Wujudkan Mimpi Warga

10 Maret 2026
Nasional

Istirahat Sejenak Jelang Buka Puasa, Prajurit TMMD Ke-127 Kodim Pasuruan Ngobrol Santai Bareng Warga

10 Maret 2026
Nasional

Aksi Kecil Penuh Makna: Prajurit TMMD Ke-127 Bantu Warga Dorong Gerobak

10 Maret 2026
Joos NewsJoos News
Follow US
©2024 JoosNews.com - All right reserved.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?