Joosnews.com – Malang, Di sebuah sudut desa yang hening, di mana senyum tulus warga menjadi mata uang paling berharga, sebuah pemandangan penuh haru terpampang nyata. Bukan parade militer atau upacara megah, melainkan sebuah Bakti Sosial (Baksos) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin langsung Komandan Korem (Danrem) Kolonel Inf. Kohir.
Dalam suasana yang sarat kebersamaan, kehadiran beliau tak hanya sebagai pimpinan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang mengayomi dan memotivasi masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pagi itu, puluhan prajurit TNI dari satuan Kodim 0818/Malang-Batu, Korem 083/Baladhika Jaya sudah sibuk menata umbul-umbul, kursi, meja dan beberapa tenda TNI. Fokus utama bukanlah pada barang-barang bantuan yang nantinya akan diberikan pihak Korem 083/Baladhika Jaya kepada warga sekitar, melainkan interaksi TNI dan masyarakat setempat yang diharapkan terjalin lebih baik.
Kolonel Inf Kohir dengan seragam lorengnya, bukan duduk di kursi kehormatan. Ia memilih untuk berdiri di samping meja, menyambut setiap warga dengan senyum dan jabat tangan hangat. Setelah sebelumnya beliau bersama istri Ny. Nilam Kohir dan rombongan disambut 50an anak-anak Sekolah Dasar (SD) bersama masyarakat setenpat menyambut penuh suka cita atas kedatangan orang nomor satu di Korem 083/Bdj beserta jajarannya.
Di antara kerumunan, tampak seorang perempuan paruh baya Ibu Mamik (60), berjalan perlahan melintasi lokasi bakti sosial TNI di Sendang Biru. Pandangan mata Kolonel Kohir tertuju ke perempuan paruh baya tersebut. segera ia menghampirinya dan membungkuk serta menuntun berjalan masuk dalam kegiatan baksos sambil menginstruksikan untuk berjalan perlahan-lahan.
“Pelan-pelan. Mari saya bantu, nanti duduk dan tunggu ya. Ada rejeki sedikit buat ibu dan lainnya,” kata Kolonel Inf. Kohir.
Ibu Mamik dengan senyum tulusnya berkata terima kasih, sambil menepuk bahu kiri Danrem 083/Bdj dan melontarkan sebuah kalimat dengan arti sangat dalam. “Jadilah tentara yang hatinya rakyat ya Pak. Bantu dan lindungi kami seperti Bapak lindungungi keluarga sendiri,” kata Ibu Mamik.
Serangkaian kegiatan dalam Baksos di Sendang Biru, penuh dengan makna dan rasa yang sangat kaya akan kemanusiaan, mulai dari TNI bersama nelayan dan masyarakat membantu bongkar muat ikan hasil melaut para nelayan di Sendang Biru, mendengarkan kisah, keluh, kesah dan saran dari masyarakat kepada TNI.
Seperti pengecatan perahu dan dikerjakan oleh TNI dilakukan sejak hari pertma hingga kedua. Juga, pembersihan sampah di sepanjang bibir pantai Sendang Biru, membantu nelayan membongkar ikan, membantu proses pengolahan ikan pindang. Dari serangkaian kegiatan ini diakhiri dengan pelepasan kurang lebih 200-an balon berwana merah dan putih.
Baksos ini bukan sekadar rutinitas pembagian bantuan, melainkan sebuah jembatan emosional antara TNI dan rakyat. Kolonel Kohir tak hanya menyerahkan paket sembako, tetapi juga menyempatkan diri untuk berdialog, mendengarkan cerita dan keluhan warga. Beliau menanyakan kabar, kondisi kesehatan, hingga kesulitan sehari-hari yang mereka hadapi. Ia percaya, kekuatan sejati TNI terletak pada kedekatan dengan rakyatnya.
“Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan negara dari ancaman luar. TNI ada untuk rakyat dan rakyat adalah keluarga kami. Kegiatan baksos ini wujud nyata dari kemanunggalan TNI-Rakyat,” ujar Kolonel Inf. Kohir.
Baksos yang digelar dua hari sejak Sabtu (2/8/2025) dan Minggu (3/8/2025) bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang bagaimana seorang prajurit TNI menyatu bersama masayarakt dan terpanggil untuk membantu ringankan semua beban yang disedang dipikul masyarakat.
Kolonel Inf Kohir menunjukkan bahwa di balik seragam dan pangkat, ada hati yang peduli dan tangan yang siap membantu. Kehadirannya menjadi simbol bahwa TNI adalah sahabat sejati rakyat, siap berada di samping mereka dalam suka maupun duka. (Redaksi)
