Joosnews.com – Malang, Pemandangan tak biasa terlihat di salah satu tempat pengolahan ikan pindang Sendang Biru, Kabupaten Malang. Di antara tumpukan keranjang ikan dan uap panas dari tungku perebusan, sosok seorang perwira menegah TNI, Komandan Korem (Danrem) 083/BDJ Kolonel Inf. Kohir, nampak larut dalam aktivitas produksi tersebut.
Kolonel Inf. Kohir tak hanya mengamati, tetapi secara langsung ikut serta membantu para pekerja mengikat kemasan ikan pindang. Momen ini menjadi potret humanis yang menghangatkan suasana dan mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Kehadiran Danrem Kolonel Inf. Kohir di pabrik pengolahan ikan pindang ini bukan tanpa alasan. Beliau datang untuk melihat langsung aktivitas ekonomi produktif yang dijalankan warga pesisir.
Namun, alih-alih hanya berdialog formal, Kolonel Kohir justru memilih untuk langsung terjun ke lapangan dan dengan senyum ramah, ia menghampiri seorang ibu yang sedang sibuk mengikat kemasan ikan.
“Sini Bu, saya bantu mengikatnya,” kata Kolonel Kohir sambil mengambil tali rafia dan memperbaiki kursi kayu kecil untuk ia duduki, Minggu (3/8/2025)
Sontak, para pekerja di sekitarnya terkejut sekaligus kagum. Mereka tak menyangka seorang perwira dengan pangkat tinggi mau ikut merasakan pekerjaan yang sederhana namun membutuhkan ketelitian ini. Kolonel Kohir dengan cekatan mencoba mengikat kemasan ikan pindang, sesekali bertanya tentang teknik dan tips dari para ibu.
“Ini pengalaman berharga bagi saya. Melihat betapa gigihnya ibu-ibu dan bapak-bapak di sini bekerja, mulai dari pagi hingga sore. Tentu ini sangat menginspirasi saya dan lainnya,” kata Kolonel Kohir di sela-sela aktivitasnya.
Sebagai prajurit, kata Kolonel Inf. Kohir, ia bersama anggota selalu berupaya untuk dekat dengan rakyat. TNI tak hanya bertugas menjaga kedaulatan, “Tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal perekonomian,” kata mantan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonif 122/Tombak Sakti itu.
Para pekerja pabrik pun menyambut hangat keikutsertaan Danrem. Salah satu pekerja, Ibu Waty, mengaku bangga dan terharu. “Rasanya seperti dibantu oleh keluarga sendiri. Kami jadi lebih semangat bekerja. Kehadiran Bapak Danrem memberikan motivasi dan bukti bahwa TNI selalu peduli dengan kami rakyat kecil,” kata Bu Waty sembari tersenyum tipis.
Kunjungan ini, dipadukan tanya jawab singkat antara TNI dan pekerja sambil melakukan proses pembuatan ikan pindang, termasuk ada masukan juga dari pekerja tentang kendala yang dihadapi para pengusaha ikan pindang, seperti pemasaran dan modal. Danrem Kolonel Inf. Kohir berjanji akan menjembatani aspirasi mereka ke pihak-pihak terkait.
Momen di Sendang Biru ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya sekadar slogan. Lebih dari itu, ia terwujud dalam tindakan nyata yang tulus dan penuh empati, menciptakan ikatan yang kuat dan saling mendukung di tengah masyarakat. (Redaksi)
