Joosnews.com – Dalam upaya memperkuat moderasi beragama, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan insentif kepada 200 guru rohani dari lima agama pada acara forum kerukunan umat beragama (FKUB) yang berlangsung di Pendopo Shaba Swagata Blambangan pada Selasa, 30 Juli 2024.
Para guru agama yang menerima insentif ini berasal dari lembaga-lembaga pendidikan non-formal keagamaan untuk agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu. Sebelumnya, insentif sudah diberikan kepada guru ngaji agama Islam.
Ketua FKUB Kabupaten Banyuwangi, Nur Chozin, dalam sambutannya menyatakan bahwa masing-masing pengajar agama menerima insentif sebesar 700 ribu rupiah.
“Semoga di tahun mendatang jumlah penerima bisa terus bertambah,” ujarnya.
Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pemberian insentif ini adalah bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk memastikan anak-anak memiliki pengetahuan agama yang kuat dan moderat.
“Kami ingin anak-anak Banyuwangi tidak hanya unggul dalam sains, tapi juga memiliki pemahaman agama yang moderat dan bisa menjaga keutuhan beragama di daerah ini,” katanya.
Ipuk juga menambahkan bahwa insentif ini bertujuan untuk memberikan stimulus dan semangat bagi para pengajar keagamaan.
“Mohon jangan dilihat nominalnya, tapi ini adalah bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi untuk memajukan pendidikan agama di daerah ini,” tegasnya di hadapan para pemangku lima agama. (Ris)
