Joos NewsJoos News
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Font ResizerAa
Joos NewsJoos News
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Cari
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Follow US
Joos News > Budaya > Keris: Warisan “Magis” yang Sudah Diakui Dunia
Budaya

Keris: Warisan “Magis” yang Sudah Diakui Dunia

Redaksi 10 Juli 2024
Share
2 Min Read
SHARE

Joosnews.com – Tradisi jamasan pusaka bertajuk “Gelar Budaya Keris”
yang dipamerkan di pelinggihan kantor Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, mulai Senin (8/7/2024) hingga Kamis (11/7/2024) ini menunjukkan berbagia koleksi keris dari seluruh Nusantara. Kegiatan ini digagas dalam upaya pelestarian senjata peninggalan nenek moyang dari zaman kerajaan hingga kemerdekaan. Acara yang rutin diadakan pada bulan Suro dalam kalender Jawa, juga berfungsi sebagai ajang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang makna dan sejarah keris.

Berbagai jenis pusaka nusantara ditampilkan dalam acara ini, termasuk keris, tombak (Jawa), celorak (Madura), rencong, badik (Sumatra), mandau (Kalimantan), golok (Jakarta), kawali, pantu (Sulawesi), kujang (Jawa Barat), wedhung, panambad (Bali), dan sampari (NTB).

Paguyuban Tosan Aji, sebagai penggagas acara ini juga menyuguhkan tradisi adat kejawen seperti Jamasan Pusaka, Wayangan, dan Kuliner Jenang Suro. Disini juga menyediakan konsultasi mengenai berbagai jenis pusaka dan pamornya.

Sebagai informasi, keris memiliki dua model bentuk yaitu lurus dan lekuk yang disebut Luk. Bagian besi yang tajam disebut bilah, ornamen pada besi adalah pamor, gagang disebut hulu, dan penutup keris adalah warangka. Istilah dalam bagian keris yang digunakan di seluruh nusantara berasal dari bahasa Jawa.

Sebagai informasi, Keris telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 25 November 2005.

Baca Juga

“Lewat Festival Janger Remaja, UNIBA Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Blambangan”

Ketua Paguyuban Pelestari Tosan Aji Blambangan, KRT H. Ilham T. Hadinagoro, menjelaskan bahwa keris bukan hanya senjata atau simbol kehidupan manusia di masa lalu, tetapi juga alat penyucian dari energi negatif menjadi positif.

“Pusaka adalah warisan budaya yang kaya dengan filosofi besar yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari acara ini adalah melestarikan kearifan lokal yang sudah menjadi akar budaya dalam kehidupan masyarakat nusantara,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya ruwatan tradisi kejawen ini, generasi milenial memahami dan menghargai nilai budaya pusaka yang ada, terutama keris. (Ris)

TAGGED:KerisMegis
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Baca Juga

Budaya

Makam Buyut Atika di Giri Banyuwangi: Pusaka Leluhur yang Sarat Cerita Mistis dan Keunikan

13 November 2025
Budaya

Benteng Fort Utrecht Banyuwangi: Saksi Bisu Masa Kolonial yang Masih Menyimpan Misteri

12 November 2025
Budaya

Misteri Terowongan Bawa Tanah di Makodim Banyuwangi, Jejak Rahasia Kolonial Belanda yang Mengarah ke Inggrisan

12 November 2025
Budaya

Pelestarian Budaya Lokal Warga Dusun Andong Gelar Acara Adat Tumpeng Songo

19 Mei 2025
Joos NewsJoos News
Follow US
©2024 JoosNews.com - All right reserved.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?