Joosnews.com | Banyuwangi (28 Januari 2026) – Wajah pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, kini berubah drastis. Kawasan yang sebelumnya identik dengan aktivitas nelayan tradisional, kini bertransformasi menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, sebuah program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan proyek strategis ini telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Aktivitas di lapangan saat ini difokuskan pada proses finishing bangunan serta penataan kawasan pendukung, agar seluruh fasilitas segera siap dimanfaatkan masyarakat nelayan.
Berbeda dari kampung nelayan pada umumnya, KNMP Lateng mengusung konsep kawasan terpadu: bukan hanya sebagai hunian yang layak, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner berbasis hasil laut yang akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan lokal.
“Melalui konsep ini, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Kami ingin membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ujar Suryono, Rabu (28/1).
Keunikan visual KNMP Lateng juga menjadi daya tarik tersendiri. Enam unit bangunan utama mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, lengkap dengan ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan kearifan lokal dan sentuhan modern ini memperkuat identitas pesisir Banyuwangi sebagai kawasan yang maju namun tetap berakar pada budaya.
Banyuwangi sendiri terpilih menjadi satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia, menjadikan KNMP Lateng sebagai simbol kebangkitan ekonomi pesisir nasional.
Fasilitas Lengkap dan Tata Kelola Mandiri
Untuk mendukung produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kawasan, KNMP Lateng dilengkapi fasilitas komprehensif, di antaranya:
Dermaga sandar perahu dan lokasi pendaratan ikan
Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB)
Pabrik es dan unit pengolahan hasil laut
Sentra kuliner dan balai pertemuan nelayan
Suryono memperkirakan pekerjaan fisik akan rampung dalam beberapa hari ke depan. Namun, operasional penuh kawasan masih menunggu penyelesaian administrasi berupa Berita Acara Serah Terima (BAST).
“Setelah proses BAST selesai, seluruh aset akan dikelola secara mandiri melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah kami bentuk, agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh nelayan setempat,” tutupnya.
Reporter: Rio
