Joos NewsJoos News
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Font ResizerAa
Joos NewsJoos News
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Cari
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Follow US
Joos News > Nasional > Unnatural Death Banyuwangi Dalam Determinisme
Nasional

Unnatural Death Banyuwangi Dalam Determinisme

Redaksi 17 Maret 2025
Share
5 Min Read
SHARE

Joosnews.com – Belum hilang trauma pandemi COVID-19 di Indonesia banyak terjadi fenomena alam yang diperlihatkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dalam ruang kehidupan di wilayah ujung timur pulau jawa yaitu Banyuwangi yang memiliki beragam julukan mulai dari Kota Pisang, Kota Gandrung, Osing, Bumi Banteng, Bumi Blambangan, Bumi santet, Kota Ijo Royo Royo, Kota Seribu Destinasi, The Sunrise of Java, Gerbang Pulau Jawa akhir – akhir ini dikoyak oleh kematian yang tidak wajar (Unnatural Death ) mulai dari ujung selatan Kecamatan Kalibaru sejak November 2024 ada 2 kematian, di wilayah lainnya seperti kecamatan glenmore, kecamatan sempu, kecamatan muncar, kecamatan kabat, kecamatan licin, kecamatan kalipuro juga terjadi kematian yang tidak wajar sedangkan di ujung utara banyuwangi tepatnya Kecamatan Wongsorejo 4 kematian terjadi sejak Januari 2025 sampai dengan bulan Maret 2025 dimana dalam bulan maret ada 7 kematian terjadi secara tidak wajar di Banyuwangi.

Banyuwangi memang memiliki nilai mistik yang patut diperhitungkan mengingat keanekaragaman penduduk yang multikultur (Osing, Jawa Mataram, Madura, dan Mandar) dan didukung potensi alam yaitu 2 gunung, hutan dan laut menambah tajam nilai mistis banyuwangi. lantas apa kaitannya dengan Unnatural Death yang terjadi, apakah alam sedang melakukan seleksi kehidupan, mari kita Husnudzan pada Tuhan Yang Maha Esa karena ini menjadi tingkah laku pikir dasar kita yang harus kita miliki sebagai manusia yang hidup dan berakal.

Mari kita ingat kembali dalam perspektif agama islam jelas firman allah dalam QS. Az-Zariyat; 56 yang artinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”, dalam agama Kristen ada sabda dalam alkitab yang berbunyi “Manusia ditugasi oleh Allah dalam rangka menggalang keharmonisan manusia dan alam”. Menurut ( Kejadian 1:28 ), dalam agama buddha diajarkan “tugas manusia di bumi adalah menjaga dan melestarikan alam semesta, serta mengurangi penderitaan”. dalam agama hindu dikenal ajaran tentang “ahimsa, mengasihi, dan menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan ada juga ajaran dharma, kesabaran, serta kebijaksanaan”. Bahkan ada ajaran “memayu hayuning bawana” yang artinya kita harus bisa membuat kedamaian dunia. ikut serta menjaga kelestarian alam semesta. dalam agama Khonghucu diajarkan “menjadi seorang Junzi dengan menjunjung sikap Tripusaka” yaitu; Bijaksana (Zhi), Cinta Kasih (Ren), Berani (Yong).

Kembali pada pemahaman Unnatural Death dari konteks materi forensik yang terjadi akhir akhir ini di Banyuwangi sangat jelas memenuhi faktor ketentuan seperti mati tidak wajar karena Pembunuhan (homicide), Bunuh diri (suicide) dan Kecelakaan (accident) lantas bagaimana ini bisa diminimalisasi kejadiannya, harunya kalau kembali ke ajaran agama kematian tidak wajar dapat diminimalisasi tapi realita tidak demikian yang terjadi, apakah alam Banyuwangi sedang tidak baik – baik saja atau ada faktor lainnya yang mempengaruhi.

Dalam hal meminimalisir Unnatural Death dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi anggota keluarga serta sesering mungkin meluangkan waktu bersama untuk komunikasi tidak menyibukan diri sendiri jika dirumah yaitu dengan gadget sendiri – sendiri, sehingga komunikasi keluarga hampir tidak terjadi, sedangkan di lingkungan masyarakat harus didorong untuk hidup bersinergi missal dimulai dari kegiatan kerja bakti bersama ketua rukun tetangga (RT) atau tokoh masyarakat yang lain bisa memonitor siapa – siapa yang condong tidak mau hadir dan jika sudah diketahui tidak membicarakan / menggunjingnya tetapi bisa melakukan pendekatan – pendekatan yang tujuannya mampu mendorong untuk mau bersama menghadiri acara – acara kegiatan lingkungan khususnya kegiatan – kegiatan kemanusiaan kedepannya, seperti membuat makam bagi warga yang meninggal dan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan mushola. Sedangkan pemerintah melalui instansi terkait bisa meningkatkan peran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk terus dapat mendorong masyarakat menjalani hidup dengan baik dan tidak melanggar ketentuan norma – norma yang berlaku, mengajarkan nilai – nilai wawasan kebangsaan, bela negara dan melaksanakan cipta kondisi yang harmoni dan rukun bermasyarakat.

Baca Juga

Internet Rakyat Siap Penuhi Kebutuhan Akses Cepat 

TAGGED:banyuwangiDeterminismeUnnatural Death
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Baca Juga

Nasional

Pangdam V/Brawijaya Tutup TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan

11 Maret 2026
Nasional

Dari Jalan Tanah Berbatu Jadi Paving Idaman: TMMD Kodim 0819/Pasuruan Wujudkan Mimpi Warga

10 Maret 2026
Nasional

Istirahat Sejenak Jelang Buka Puasa, Prajurit TMMD Ke-127 Kodim Pasuruan Ngobrol Santai Bareng Warga

10 Maret 2026
Nasional

Aksi Kecil Penuh Makna: Prajurit TMMD Ke-127 Bantu Warga Dorong Gerobak

10 Maret 2026
Joos NewsJoos News
Follow US
©2024 JoosNews.com - All right reserved.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?