Joos NewsJoos News
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Font ResizerAa
Joos NewsJoos News
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Army
  • Kodim
  • Sport
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
Cari
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Follow US
Joos News > Nasional > Solusi Dispertapang Banyuwangi: Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus
Nasional

Solusi Dispertapang Banyuwangi: Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus

Redaksi 17 Juli 2024
Share
2 Min Read
SHARE

Joosnews.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Banyuwangi menemukan solusi inovatif untuk mengatasi serangan hama tikus pada tanaman padi. Dengan luas serangan tikus mencapai 28.491 hektar pada periode Januari hingga Juni 2024, upaya pengendalian hama ini sangat penting. Serangan tikus menyebabkan kerusakan terbesar, seluas 506 hektar dalam periode tersebut (data per 5 Juli 2024).

Dispertapang Banyuwangi memilih burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami tikus. Kepala Dispertapang, Drs. H. Arief Setiawan, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ida Larasati, menyatakan bahwa serangan tikus di Banyuwangi mencapai 51,05 hektar. Tikus aktif pada malam hari dan merusak tanaman dari persemaian hingga menjelang panen.

“Burung hantu memiliki pendengaran dan penglihatan tajam, mampu mendeteksi tikus hingga 500 meter dalam gelap,” jelas Ida.

Selain itu, burung hantu tidak bersifat migratory, ramah lingkungan, dan efisien dari segi biaya dan tenaga. Mereka dapat memangsa hingga lima ekor tikus per hari, menjadikannya solusi efektif.

Untuk melindungi burung hantu, Dispertapang mengusulkan peraturan pelarangan berburu burung hantu. Program Lesti Syantik (Lestarikan Tyto Alba si Pemangsa Tikus) dan Gerakan Massal Rumah Burung Hantu (Germas Rubuha) juga diluncurkan untuk melibatkan petani dalam pengendalian hama.

Baca Juga

Internet Rakyat Siap Penuhi Kebutuhan Akses Cepat 

“Kami berharap pengendalian tikus ini dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” kata Ida.

Dispertapang Banyuwangi telah memasang 44 Rubuha dan berencana menambah 80 unit lagi secara bertahap.

“Pengendalian bersama dalam hamparan luas akan memberikan hasil optimal,” tutup Ida.

TAGGED:Burung HantuDispertapangGermas Rubuha
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Baca Juga

Nasional

Pangdam V/Brawijaya Tutup TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan

11 Maret 2026
Nasional

Dari Jalan Tanah Berbatu Jadi Paving Idaman: TMMD Kodim 0819/Pasuruan Wujudkan Mimpi Warga

10 Maret 2026
Nasional

Istirahat Sejenak Jelang Buka Puasa, Prajurit TMMD Ke-127 Kodim Pasuruan Ngobrol Santai Bareng Warga

10 Maret 2026
Nasional

Aksi Kecil Penuh Makna: Prajurit TMMD Ke-127 Bantu Warga Dorong Gerobak

10 Maret 2026
Joos NewsJoos News
Follow US
©2024 JoosNews.com - All right reserved.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?